Selasa, 30 Oktober 2012



Author : ananta yurinda (@cho_yuri1303)
Tittle : 사랑야자기야..!!! Sarang – Ya Chagiya..!!
Cast  :    Yuri a.k.a me
                Cho Kyuhyun as Yuri’s boyfriend
                Choi Min Ah a.k.a Choi Sassywon ELF (nae chingu)
                Choi Siwon as Min Ah’s boyfriend
                Agnes as Antagonis character
Genre : ? (saya juga bingung FF ini bergenre apa, komedi bukan, romantis juga bukan *lol*)
#FF ini FF lanjutan dari ff Sarang yang sudah aku post sebelumnnya, maaf kalau setelah membaca ini, jika lagi – lagi kalian tidak suka dengan cerita dan bahasanya karena saya tidak pandai merangkai kata, jika merangkai bunga mungkin bisa. Dan lagipula saya tidak mendapat wangsit dari gunung kawi saat menulis ini, saya juga belum melakukan ritual khusus seperti mencari tanggal yang pas buat memposting FF ini.. kwkwkwkwkwkw... selamat membaca..!!! jangan lupa kritik & sarannya ya ibu – ibu..

ooOoo
Hari ini tepat 3 tahun Min Ah dan Siwon berpacaran. Min Ah berniat untuk merayakannya secara sederhana saja. Dia memutuskan untuk membuatkan Siwon hidangan spesial. Sebenarnya hidangannya biasa saja. Hanya Bulgogi, Bibimbab, kimchi dan ddobokki. Min Ah yang memasak sendiri. Untuk itu dia meminta Yuri untuk menemaninya belanja sekaligus mengajarinya memasak hidangan itu.
“Min Ah, kau sudah siap? Palli.. berdandannya nanti saja, setelah dinner dengan kekasihmu tercinta itu”, kata Yuri yang menunggu Min Ah diruang tamu.
“Ia ini aku sudah siap. Ayo kita berangkat,” merekapun berangkat ke minimarket terdekat. Kali ini Min Ah bersemangat sekali belanja. Yuripun membantu memilihkan bahan – bahan yang segar.
“kita beli kimchi yang sudah jadi saja. Kalau kau mau membuatnya sekarang, tunda saja makan malammu dengan Siwon. Tunda hingga tiga bulan kedepan sampai kimchinya benar – benar sudah terfermentasi sempurna,” seloroh Yuri.
“Kalau itu aku sudah tahu.. nah, sebaiknya kita mencari daging.. kajja..” Merekapun menuju bagian daging – daging. Disana banyak sekali jenis daging dijual. Mulai daging sapi hingga babi.Untung bukan daging manusia.
“Kau tidak membelikan daging babi untuk Kyuhyun? Bukannya dia suka daging babi cincang?” tanya Min Ah sambil memilih daging sapi untuk dibuat Bulgogi.
“Aku bersumpah tidak akan membiarkannya makan makanan itu. kau juga jangan terlalu banyak membeli daging sapi ini. kau mau berubah menjadi Gomiho?” Balas Yuri.
“Apa yang kau katakan? Aku bukan rubah berekor sembilan, Siwon juga bukan Cha Dae Woong. Kami ini adalah romeo dan juliet. Ah tidak, kisah mereka berakhir dengan kematian. Kami ini Shin dan Chae Gyeong. Iya benar, aku dari rakyat biasa kemudian mendapatkan Choi Siwon. Semua tahu kalau Siwon itu berasal dari keluarga yang sangat terpandang. Tetapi aku tidak matre, aku sungguh mencintai Siwon”, Khayal Min Ah.
“Ah sudahlah...! hentikan khayalanmu, ayo kita pulang. Belanja kali ini sudah cukup,” Min Ah segera membayar ke kasir. Dan mereka segera kembali ke apartemen.
Barang yang mereka cari sudah mereka dapatkan semua. Mulai dari bumbu, sayur, daging dan kimchi. Min Ah tidak sabar untuk memulai kegiatan memasak kali ini. dia membersihkan semua bahan. Yuri membantunya memasak.
“Ya Min Ah ssi, kau yakin akan memberi makan kekasihmu tercinta itu dengan bibimbab?? Bukannya kau juga akan membuat kimbab?”
“Benar juga.. makan bibimbab sudah sangat mengenyangkan, masih ada kimbab dan ddobbokki. Benar juga. Semua mengandung karbohidrat. Lalu bagaimana?”
Yuri memikirkan hidangan yang nantinya bisa mengganti bibimbab. Selain itu makan bibimbab terkesan berantakan dan tidak efisien. Semua makanan diaduk jadi satu lalu dimakan dengan mulut menggelembung penuh makanan. kalau dimakan saat kencan, bukannya tidak praktis?Mana sisi romantisnya jika mereka makan bibimbab saat kencan?
“Begini saja, kau jangan membuat bibimbab. Aku rasa Kimbab, Kimchi, bulgogi dan ddobbokkie sudah cukup. Kau kurang sayurnya”.
“Benarkah? Lalu bagaimana?? Kita akan buat sayuran apa?” Min Ah bingung.
“Bagaimana ya?” Yuri juga ikutan bingung. “Ahaaa..! aku punya ide..! bukannya di kulkas masih ada bayam? Bagaimana kalau ditumis saja?”
“Benar juga. Baiklah akan aku ambil..”
Permasalahan mereka terselesaikan. Sekarang saatnya mengolah kembali makanan. Min Ah begitu semangat mengolah makanannya. “Bagaimana? Apakah rasanya sudah pas?” Min Ah menanyakan rasa makanannya kepada Yuri dengan menyuapkan sesendok kepadayuri. “hmmm.. sudah pas. Sekarang saatnya menyajikan”, Min Ah senang bukan main saat Yuri mengatakan makanan yang dia masak mempunyai rasa yang enak.
“Oh iya, Siwon sudah kau beritahu?”
“Ne? Oh itu.. belum. Dia belum aku beritahu. Nanti saja aku beritahu setelah menyelesaikan ini”, kata Min Ah sambil menaruh kimbab di piring saji.
“Kau ini bagaimana? Jika tiba – tiba Siwon ada urusan bagaimana?”
“Tidak mungkin, hari ini dia bilang padaku jika dia sedang tidak ada kegiatan atau apapun. Mungkin dia sedang berdoa di gereja. Mungkin dia berdoa semoga hubungan kami akan berlanjut ke pernikahan dan hidup bahagia selamanya,”
“Lagi – lagi kau seperti itu. sebaiknya sekarang kau telepon dulu dia”,
Min Ah menuruti saran Yuri. Dia segera menelepon kekasihnya itu agar nanti malam dia datang tepat waktu. “Yoboseyo? Oppaaa, kau bisa datang malam ini ke apartemenku? benarkah? Kau benar mau datang? ? baiklah, aku tunggu... saranghaeyo oppaaa...” klik. Min Ah menutup teleponnya. Dia kegirangan mendengar kekasihnya bisa datang. “Benar kan  oppa akan datang. Apa kataku, dia pasti datang”, Kata Min Ah sambil mengambil sepotong kimbab yang langsung masuk kedalam mulutnya. “Ya sudahlah terserah kau. Oh iya, bahan untuk membuat bibimbab aku gunakan ya? aku akan membuatkan juga kekasihku tercinta bibimbab spesial. Ini kan juga hari jadi kami yang ketiga”, Yuri dan Min Ah mempunyai hari jadi yang sama. Itu karena momen spesial mereka terjadi di hari dan tempat yang sama. Ya, ditepian sungai Han pada malam hari. Waktu itu Siwon juga mengajak Min Ah jalan – jalan ke tepi sungai Han. Kemudian Siwon mengutarakan isi hatinya kepada Min Ah. Saat itu Min Ah senang bukan main. Tanpa pikir panjang Min Ah menerimanya karena Min Ah sudah  lama suka dengan Siwon yang pada waktu itu dikenal sebagai asisten dosen yang galak. Namun setelah Min Ah mengenal Siwon lebih dalam, dia tahu bahwa Siwon adalah orang yang baik dan lembut. Tidak pemarah seperti saat bertindak menjadi asisten dosen. Dan ternyata Siwon adalah teman Kyuhyun, yang pada saat itu sering berkunjung ke apartemen mereka. Dan setelah Siwon menyatakan cintanya kepada Min Ah, ternyata Kyuhyun juga baru saja menyatakan cintanya kepada Yuri. Jadi, hari ini mereka sama – sama sudah tiga tahun jadian.
ooOoo
Malam sudah tiba, semua sudah siap. Makanan juga sudah siap dimeja makan. Min Ah juga sudah berdandan rapi. Yuri juga siap dengan bahan – bahan bibimbabnya. Dia juga ingin merayakan hari jadinya yang ketiga dengan Kyuhyun, kekasihnya. Tapi bukan dinner romantis ala Min Ah dan Siwon. Yuri akan mengunjungi Kyuhyun di apartemennya. Kyuhyun bilang malam ini dia di apartemen sendirian. Karena yang lain sedang pulang ke rumah masing – masing, hanya Kyuhyun yang ada di apartemen. Dia memutuskan untuk tidak pulang karena Yuri sebelumnnya sudah memberitahu jika malam ini dia akan mengunjungi Kyuhyun di apartemen.
“Baiklah, aku berangkat dulu. selamat bersenang – senang. Oh iya, kalau Siwon sudah pulang kau segera telepon aku. Aku akan segera pulang. Oke?” Yuri segera pergi ke apartemen Kyuhyun. dia sudah menyiapkan bahan dasar bibimbab. Jadi sesampainya disana dia bisa mencampurnya dan memakannya dengan Kyuhyun. “Yoboseyo.. Kyuhyun, kau ada di apartemen?  Benarkah? Baiklah, sebentar lagi aku sampai. kau jangan makan dulu. iya, aku bawakan makanan spesial untukmu. Apa? kau penasaran makanan apa yang aku bawakan? Tenang saja, ini akan sangat mengenyangkan. Baiklah aku jalan dulu. annyeong...” klik.
Sudah lebih dari lima belas menit Min Ah menunggu kedatangan Siwon. Beberapa kali dia mencoba menghubungi Siwon. Tapi tidak diangkat. “Kemana dia? Kenapa tidak mengangkat teleponku?”
Ting..!tong..! Min Ah segera menuju pintu dan membukanya.
“Oppaaa.....  Kenapa oppa lama sekali datangnya?”
“Mianhae, ponselku ketinggalan. Tadi sedikit macet. Oh iya, ini untukmu”, Siwon menyerahkan seikat bunga mawar merah untuk Min Ah. Min Ah senang bukan main.
“Gomawo oppa.. masuklah,”
Min Ah mengajak Siwon duduk di meja makan. Disana sudah tersaji makanan yang sudah Min Ah persiapkan. “Yaa.. ini semua kau yang masak? Sepertinya enak”,
“Iya, ini semua aku yang masak. Baiklah, kita coba sekarang ya... ini aku ambilkan untukmu”,
“Gomawo. Aku coba ya,”
Siwon dan Min Ah menikmati dinner mereka. Siwon juga begitu lahap memakan makanan yang Min Ah sajikan. Min Ah senang melihat kekasihnya itu makan dengan lahap. Sebelumnya Min Ah tidak pernah melihat Siwon makan selahap ini. Siwon selalu menjaga kesopanan saat makan, walaupun dengan Min Ah.
Yuri sudah sampai diapartemen Kyuhyun.
“Ya, kau cepat sekali datangnya. Kau bawa apa ini? aku sudah lapar”.
“Tenanglah aku bawakan menu spesial untukmu. Aku sudah seharian menjadi Dae Jang Geum, dan ini dia... taraaaa...!” Yuri menunjukkan bahan untuk membuat bibimbab. Begitu melihat yang dibawa Yuri, Kyuhyun yang tadinya semangat sekarang malah lemas.
“Ya..! ini yang kau maksud hidangan spesial untukku??”
“Kau jangan membantah. Ini juga makanan spesial. Ini makanan asli korea. bergizi dan sangat mengenyangkan”, Kata Yuri sambil mencampur semua bahan dan mengolahnya.
“Mworago? Makanan seperti sampah kau bilang bergizi? Siroo,, nae sirroo,, aku tidak mau memakannya..!” Kyuhyun meninggalkan Yuri didapur dan menuju ruang tamu. Yuri tidak ambil pusing, selesai mengolah bibimbab dia segera menuju ruang tamu dan menghidangkan makanan yang menurutnya sangat spesial itu kepada kekasihnya tercinta.
“Taaraaa..!! ini dia bibimbab spesial ala chef Yuri. Mari kita makan..”
“Ya Chagiya, kenapa tidak buat bulgogi saja?” protes Kyuhyun yang tidak selera melahap nasi yang sudah yuri aduk dengan berbagai bahan itu.
“Whaeyo? Kau tidak mau memakannya? Tidak mau? Benar – benar tidak mau?? Kesini kau Cho Kyuhyun, jangan bergerak..! buka mulutmu..!! dan makanlah..!!”, Yuri memaksa Kyuhyun untuk memakannya dengan menyuapkan satu sendok penuh nasi kemulut Kyuhyun. mau tidak mau Kyuhyun memakan bibimbab itu.
“Ya chagiya, dirumah terus bosan.. bagaimana kalau kita keluar?”
“habiskan dulu makananmu baru kita keluar..!!”
“Araso, araso,, kau ini..”
“Whae?? Naega whae??!!” Tanya Yuri dengan nada tinggi.
“Aniyo, makan sajalah”.
“Kyuhyun ah, kira – kira Min Ah dan Siwon sedang apa ya? apa mereka sedang bermesraan di apartemen?” tanya Yuri tiba – tiba.
“Mwo? Kau bilang apa??”
“Ani, aku hanya sedang membayangkan jika mereka dinner romantis. Lalu Siwon memberikan bunga kepada Min Ah, kemudian mengecup kening Min Ah dan memberikan kotak kecil kepada Min Ah, Min Ah membukanya dan ternyata itu adalah cincin, ahh... romantis sekali..”
“Kenapa kau bayangkan seperti itu? itu privasi mereka, atau jangan – jangan kau ingin seperti mereka? kau ingin aku belikan bunga dan cincin lalu kita dinner bersama?” tanya Kyuhyun menggoda Yuri.
“Aniyo, simpan saja uangmu. aku takut jika kau membelikanku bunga, kau akan membawakan karangan bunga kematian”,
“Mana mungkin aku lakukan seperti itu padamu, chagiya..!”
“Sudahlah, habiskan makananmu. Setelah ini kau cuci piring, aku mau menonton Strong Heart, hari ini bintang tamunya T-Arap.
“Whae? Kenapa aku yang harus mencucinya? Kau sendiri yang membuat ini, seharusnya kau yang mencucinya? Aku mau menonton  juga..!” Ucap Kyuhyun yang bersikukuh tidak mau mencuci piring.
“Aigo, kau ini..!!” Yuri menyerah. Akhirnya ia sendiri yang harus mencuci piring. Daripada berdebat dengan Kyuhyun. Yuripun mencuci piring – piring kotor itu. Kyuhyunpun tak beranjak dari depan televisi. Ia asyik melihat Strong Heart yang baru saja mulai. “Chagiya, tutup matamu jika T-Arap perform”, kata Yuri yang sedang mencuci di dapur yang letaknya tidak jauh dari ruang tamu. “Whae? Justru itu yang aku nantikan. Follow me, follow me”, jawab Kyuhyun sambil menirukan lagu T-arap. “Oh jadi begitu ya, baiklah..!” Yuri mencabut colokan televisi hingga televisi mati dan membuat Kyuhyun marah. “Ya..! apa yang kau lakukan? Aku sedang menonton televisi..!!” ucap Kyuhyun kesal.
Yuri yang sudah selesai mencuci piring langsung menghampiri Kyuhyun. “Chagiya, bagaimana kalau kita keluar saja.. disini membosankan juga, lagipula tidak enak jika teman – temanmu yang berjumlah banyak itu tiba – tiba datang. Bagaimana nasibku?”
“Nasibmu sudah ditentukan Tuhan”,
“Aigo... kau ini.”
“Baiklah kita keluar saja.. dimana? Jangan jauh – jauh, disekitar sini saja”.
“Aku ingin ke Seoul Tower, ayo kesana. Aku belum pernah kesana..”
“Mwo?? Kesana??”
“Em..!” jawab Yuri sambil mengangguk.
Sementara itu suasana makan malam Siwon dan Min Ah berlangsung dengan sangat romantis. Suasana redup diapartemen sengaja Min Ah ciptakan. Ia mematikan lampu utama dan menghidupkan lampu – lampu yang tidak terlalu terang ditambah dengan lilin – lilin yang dinyalakan dimeja makan. benar – benar candle light dinner. Selesai makan malam, Siwon memberikan Min Ah kotak kecil berwarna merah dengan pita berwarna emas.
‘Min Ah, tidak terasa sudah tiga tahun kita jadian. Senang dan sedih sudah kita lalui bersama. Kau sudah memahami hatiku dan aku sudah memahami hatimu. Min Ah, aku tidak ingin berpisah denganmu. Aku ingin terus bersamamu. Min Ah, dengan begini kita tidak akan berpisah”, Kata Siwon sambil memasangkan cincin ke jari manis Min Ah.
“Omo, gomawo oppa. Kau tak perlu repot – repot seperti ini. Dengan kau mencintaiku dan setia kepadaku saja, itu sudah cukup”.
“Chagiya,..” Siwon mendekat ke Min Ah. Siwon menatap Min Ah dalam – dalam. Ia lebih mendekat lagi ke Min Ah hingga mereka saling bertatapan dengan jarak beberapa sentimeter saja.
‘Chagiya...” ucap Siwon dengan lembut.
“Ne,” Jawab Min Ah yang mulai gugup.
“Ngomong – ngomong, bisa tidak kau hidupkan lampunya agar ruangan ini bisa lebih terang. Lagi pula dinner kita juga sudah selesai kan?”
“Hhhfff... kau membuatku gugup oppa. Baiklah, tinggal bilang saja kenapa harus berakting seperti itu”, Min Ah langsung menghidupkan lampu dan meniup lilin dimeja makan.
“Sekarang sudah tidak redup kan?”
“ne.. Chagiya, terima kasih atas makan malam kali ini. ini sungguh luar biasa, sederhana namun romantis. Masakanmu juga enak. Lain kali kau harus memasakkanku lagi”.
“Baiklah dengan senang hati aku akan memasakkan gadis – gadis yang melirikmu”,
“Ya, kau ini kenapa.. aku pasti akan setia padamu chagiya..”
“Aku percaya padamu, oppa..”
“Chagiya, kali ini aku tidak bercanda..” Siwon langsung mencium lembut bibir Min Ah. Min Ah shock. Beberapa detik bibir mereka bersentuhan. Ketika ciuman itu berakhir, muka Min Ah tampak merah padam. Kemudian ia menutupi bibrnya dengan kedua tangannya.
“Oppa,,,”
“Ne?” jawab Siwon santai.
“Ini ciuman pertamaku..” Kata Min Ah malu – malu.
“Ini pertama untuk kita dan juga untukku,”
“Jinca??”
“Ne, Saranghaeyo..”
‘Nado Saranghaeyo, Oppa...” min ah pun memeluk Siwon sebelum akhirnya siwon pamit untuk pulang. Setelah Siwon pulang, Min Ah tidak bisa menyembunyikan rasa senangnya. Ia melompat – lompak kecil kegirangan. Ia juga memandangi cincin pemberian dari Siwon yang tampak indah melekat dijarinya.
“Romantis sekali dia. Aku tidak menyangka. Ini baru pertama kalinya dia memberikanku hadiah cincin yang sangat bagus ini dan juga, kisseu. Omo, ini ciuman pertama kami”. Ucapnya kegirangan.
“Omo, kenapa jam segini Yuri belum pulang juga, ini kan sudah malam. Aku telepon saja,..” min ahpun menelepon yuri.
“Yeoboseyo..”
“Yuri ah, kenapa kau belum pulang? kau ada dimana sekarang?”
“Aigo.. kau ini mengganggu saja.. aku sedang jalan – jalan dengan Kyuhyun. oh iya, apakah kencanmu sudah berhasil?”
“Sudah selesai, sekarang cepatlah kau pulang. Jangan pulang malam – malam”,
“Berisik sekali kau ini, jika aku tidak pulang berarti aku menginap diluar”,
“Mwo? Kau mau menginap dengan Kyuhyun???”
“Aku hanya bercanda.. hahahaha.. oh iya, tidur sajalah dulu.”
“Baiklah, jaga dirimu..”
“Ne,” Yuri menutup teleponnya. Ia masih tidak ingin pulang karena ia baru saja sampai di Seoul Tower. Suasana disini ramai sekali. banyak pasangan pemuda – pemudi yang memadu kasih. Ada satu ritual wajib untuk pasangan pemuda pemudi yang mengunjungi Seoul Tower. Yaitu dengan Gembok Cinta. Mereka akan memasang gembok kecil kesebuah tempat yang sudah disediakan. Tempat itu sudah banyak dipasangi gembok cinta oleh ribuan pengunjung. Mereka akan menulis nama mereka berdua digembok itu dan membuang kuncinya. Mereka percaya bahwa hal itu dapat membuat cinta mereka kekal abadi. Kyuhyun dan Yuripun tidak mau ketinggalan. Mereka menuliskan nama mereka berdua di gembok kecil berwarna pink.
“Ini dia, 규현&유리. Semoga cinta kita abadi selamanya chagiya..” ucap Kyuhyun yang kemudian membuang kunci gembok itu setelah mengaitkan gembok cinta mereka berdua.
“Ne, chagiya..”
“Chagiya, bolehkah aku menanyakan sesuatu kepadamu?” tanya Kyuhyun kepada Yuri.
“Ne, kau mau tanya apa?”
“Emm, kalau boleh tahu, bapak kamu jualan kunci ya?”

“Omo, kok tahu??”
“Karena kau telah mengunci hatiku untuk gadis lain...”
“Omoo,, neomu kyeopta...”
“Chagiya, kalau boleh tahu, bapak kamu suka bercocok tanam ya?”
“Kok tahu chagiya?”
“Karena kau telah menyemaikan benih cinta dihatiku”.
“So sweeeeettt.... chagiya, bukannya ini rayuan milik Andre OVJ?”
“Iya, aku sering menonton OVJ. Aku penggemar berat parto dan andre.  Jika kau mengajakku ke Indonesia nanti, maukah kau menemaniku melihat OVJ si studio?”
“Omoooo... tentu saja chagiya...”
“Jinca?? Gomawoyo chagiya..” Ucap Kyuhyun sambil merangkul Yuri.
“Chagiya.. dengarkan.. ehemm..”
“Pyuhngsaeng gyuhte isseulge, i do..  Nuhl saranghaneun guhl , i do..
Nungwa biga wado akkyuhjumyuhnsuh, i do..
Nuhreul jikyuhjulge, my love..”
Kyuhyun menyanyikan Yuri lagu Marry U, lagu favorit Yuri yang selalu ia dengarkan bersama Kyuhyun.
“Neomu kyeota..... chagiya, Saranghayeo,,” Yuri langsung memeluk Kyuhyun.
“Nado saranghaeyo, Chagiya...” balas Kyuhyun.
Kyuhyun dan Yuri menghabiskan waktu hampir satu jam menikmati malam  di Seoul tower. Pemandangan kota Seoul dari Seoul Tower sangat mengagumkan. Indah sekali. lampu – lampu kota dengan berbagai warna menghiasi gedung – gedung pencakar langit kota seoul pada malam hari. 
“Chagiya, coba lihat pemandangan kota seoul malam ini”, kata Kyuhyun.
“Aku sudah melihatnya dari tadi chagiya, ini sungguh beda sekali dengan didesaku yang jika malam hari akan terlihat seperti kota mati. Yang terdengar hanya suara burung hantu dan jangkrik”, Ucap Yuri yang begitu takjub melihat pemandangan kota seoul malam hari. Jika dibandingkan dengan tempat tinggalnya jelas sangat amat berbeda sekali. makhlum, tempat tinggal Yuri didaerah pegunungan yang jika malam hari memang hanya ada terdengar suara burung hantu dan jangkrik, ditambah longlongan anjing dan eongan kucing. Kasihan sekali, untung saja dia bisa segera keluar dari desanya dan bisa belajar di Korea.
“Ya chagiya, memprihatinkan sekali hidupmu. Jangan – jangan kau belajar dengan lilin?” Kyuhyun bercanda.
“Lilin itu aku gunakan untuk mencari pesugihan chagiya, jika aku gunakan disini mungkin tidak akan mempan”.
“Omo, kau melakukan sihir ya?”Kyuhyun terkejut mendengar kata – kata Yuri.
“Aigo,, tentu saja tidak. aku hanya bercanda.. jika aku melakukan sihir, maka yang aku sihir pertama kali adalah hatimu chagiya...” ucao Yuri sambil tersenyum manis kepada Kyuhyun.
“Aigo.. kau juga pintar merayu..”
“Aku belajar dari Andre juga chagiya..”
Tak terasa sudah pukul sepuluh malam. Kyuhyunpun mengajak yuri pulang. Kata orang tua, tidak baik anak gadis pulang malam – malam. Kyuhyunpun mengantar Yuri ke apartemen. Entahlah jika yuri pulang malam hari seperti ini orangtuanya mengomel apa. ditambah lagi dengan omongan tetangga yang dengan cepat menyebar. Ini bisa menyebabkan pembunuhan karakter.
ooOoo
Keesokan harinya Yuri disibukkan dengan Kuliah hingga sore hari. Dia tidak punya banyak waktu untuk bersama Kyuhyun. kyuhyunpun juga disibukkan dengan kuliahnya. Sementara itu Min Ah dan Siwon yang memang satu fakultas memutuskan untuk pergi berdua seusai perkuliahan. Mereka memutuskan untuk makan siang disebuah cafe. Siwon menggandeng tangan Min Ah sepanjang jalan. Mereka juga tampak menikmati kebersamaan mereka berdua. Selang beberapa saat kemudian mereka sampai kesebuah cafe. Mereka segera memesan makanan.
“Aku minta kopi dan muffin,” kata Siwon kepada pelayan.
“Mwo? Ini kan siang hari, kenapa kau memesan kopi dan muffin?” tanya Min Ah yang heran dengan pesanan Siwon.
“Mianhae, aku tadi belum sempat sarapan. Aku belum minum kopi dan makan muffin.”
“Huufff.. lalu, kau akan membiarkanku makan makanan berat dan kau hanya minum kopi dan makan muffin??” protes Min Ah.
“Tentu saja tidak chagiya.. aku akan melihatmu makan hingga makananmu habis”, Kata Siwon sambil tersenyum.
“Terserah kaulah..” ucapnya kepada Siwon. “ permisi,  memesan Welsh Black Bavette Steak With Cafe De Paris. Kemudian minumnya aku minta Lemon tea saja”. kata Min Ah kepada pelayan cafe.
Pesanan mereka datang beberapa saat kemudian. Siwon segera meminum kopi, minuman wajib untuknya. Sementara Min Ah langsung menyantap Steak pesanannya karena ia sudah sangat lapar. Sesekali ia menyuapkan steaknya untuk Siwon. dan Siwon membalasnya dengan memberikan kopinya untuk Min Ah. jelas saja Min Ah menolaknya.
“Chagiyaaaa...!!!” teriak seorang gadis yang langsung menghampiri Siwon dan memeluknya dari belakang. Kontan Siwon langsung berusaha lepas dari pelukan gadis itu. ia terkejut melihat kedatangan gadis itu. begitu juga dengan Min Ah yang mulai memasang muka marah kepada Siwon.
“Ya..!! apa yang kau lakukan?!” bentak Siwon kepada gadis itu.
“Oppa,, aku merindukanmu..” kata gadis itu dengan nada manja kepada Siwon.
“Ya.. nuguseyo?” tanya gadis itu kepada Min Ah yang membuat Min  Ah semakin marah. Ia segera pergi meninggalkan Siwon. melihat kekasihnya pergi, Siwon berlari mengajarnya dan meninggalkan gadis itu. Min Ah segera naik taksi dan siwon tidak mampu mengejarnya.
“Oppa,, waeyo?” tanya gadis itu tanpa rasa bersalah.
“Puas kau...!!!’ bentak siwon dengan kemarahan yang tidak bisa ia bendung. Ia segera pergi meninggalkan gadis itu. sementara gadis itu tersenyum puas melihat kejadian itu.
“Rasakan kau Choi Siwon..!” ucap gadis itu dengan nada sinis.
Min Ah begitu sedih dan marah. Ia tidak menyangka akan terjadi kejadian seperti tadi. Mereka sudah tiga tahun bersama dan baru tadi malam Siwon memberikan cincin dan berkata seolah Min Ah adalah cinta matinya. Tapi sekarang keadaannya berubah dengan cepat. Yeoja itu datang dan menghancurkan semuanya.
“Aku pulang, Min Ah apa kau sudah pulang?” tanya Yuri yang baru saja sampai dirumah. Ia mendengar suara tangisan dari arah kamar Min Ah. ia langsung membuka kamar Min Ah dan terkejut begitu melihat Min Ah menangis dikamar.
“Min Ah, whae geurae?” tanya Yuri dengan lembut kepada Min Ah.
“Si.. siwon..” Jawab Min Ah sambil sesenggukan.
“Ada apa dengan Siwon?”
“Dia selingkuh....hwaa..!!” tangisan Min Ah semakin menjadi. Yuri berusaha menenangkan Min Ah. ia memeluknya.
“Tenanglah dulu, Siwon tidak mungkin seperti itu. dia mencintaimu Min Ah”.
“yeoja itu.. aku ingin membunuhnya..!!”
“Tenanglah, nanti aku akan membantumu menyelesaikan masalah ini.” Yuri terus memeluk sahabatnya ini dan membiarkan Min Ah menangis dipelukannya.
Sementara itu Kyuhyun juga menemui Siwon menangis dikamarnya. Dia begitu kawatir melihat Siwon menangis, karena Siwon jarang sekali menangis. Dia orang yang paling tegar dan juga paling religius. Siwon juga orang yang selalu menghibur dan menguatkan hati teman – temannya jika teman – temannya sedang ada masalah.
“Hyung, whae geurae? Ada apa denganmu? Gwaenchanayo?”
“Kyuhyun..!” Siwon malah memeluk Kyuhyun. Kyuhyun yang tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi malah semakin bingung.
“Kyuhyun, Min Ah marah padaku.. hwaaaaa....!!!” Tangisan Siwon menjadi. Kyuhyun semakin kebingungan. Sebenarnya Min Ah marah kenapa pada Siwon. sejak siwon jadian dengan Min Ah 3 tahun lalu, pasangan ini selalu terlihat romantis. Tidak seperti dirinya dengan Yuri yang selalu bertengkar.
“Kau tahu Kyu, tadi siang sewaktu kami makan siang seoarng gadis menghampiriku dan membuat Min Ah salah paham. Lalu dia marah. Sampai sekarang dia tidak mengangkat teleponku ataupun membalas smsku. Kyu, eotteohke?” Siwon bercerita sambil sesenggukan menangis. Sebenarnya Siwon tidak harus begini kan. Masalah seperti ini seharusnya tidak harus Siwon tangisi. Apalagi orang sekekar Siwon. Kyuhyun berbikir jika Siwon seperti anak kecil saja.
“Hyung, kau tidak perlu menangis. Ini hanya masalah salah paham. Jangan seperti anak kecil begini. Aigo, kenapa kau jadi seperti ini. kau salah makan?” Tanya Kyuhyun sambil menghapus air mata Siwon.
“Eotteohke??? Tolong bantu aku...!! eotteohke Kyuhyun, eotteohke???” Tangisan Siwon tambah menjadi.
“Hyung, sudahlah..!!” Ucap Kyuhyun kesal melihat kelakuan Siwon.
ooOoo
Sejak masalah itu muncul, yang paling susah menghadapi sebenarnya bukan Min Ah dan Siwon. Tapi Kyuhyun dan Yuri. Mereka berdua bingung menghadapi Min Ah dan Siwon. Min Ah meluapkan kemarahan dan kesedihannya kepada Yuri, begitu juga Siwon yang meluapkan masalahnya kepada Kyuhyun. Kyuhyun dan Yuri memberikan berbagai nasihat agar mereka berdua mau berdamai lagi. tetapi sepertinya sulit, karena gadis yang menghampiri Siwon waktu itu terus menggoda Siwon. Akhirnya Yuri dan Kyuhyun mencari tahu siapa gadis itu. mereka berdua mencari tahu tentang gadis itu melalui teman – teman  Siwon. hasilnya Info akurat telah mereka dapat. Gadis itu bernama Agnes. Seorang teman sekolah Siwon di Hyundai High School Siwon. ternyata Agnes sudah lama menyukai Siwon. Agnes selalu mencoba menghancurkan hubungan Siwon dengan kekasihnya jika Siwon mempunyai kekasih. Agnes baru pulang dari amerika, dan baru pulang seminggu yang lalu dan tahu jika Siwon sudah mempunyai kekasih. Agnes sudah berkali – kali menyatakan cintanya kepada Siwon tetapi Siwon tidak pernah menerimanya karena Siwon tidak suka dengan Agnes. Yuri dan Kyuhyun berniat memberi pelajaran kepada gadis yang bernama Agnes itu.
“Ya...!!! kau yang bernama Agnes??” Kata Yuri sambil menarik lengan Agnes.
“Aaugh..!” Agnes mengaduh. “Ya..!! mwoya..?!” tambahnya.
“Ya..!!” Yuri mendorong tubuh Agnes kedinding. “Ya..!! Kau kan wanita pengganggu itu..!! Dasar kau..!!” Yuri langsung menjambak Agnes. Dia juga berkali – kali memukul Agnes. Kyuhyun yang satu – satunya laki – laki ditempat itu tidak memisah pertengkaran mereka. justru menyemangati Yuri. Apa – apaan ini??
“Ya chagiya,,, ayo.. fighting..!! fighting..!! hajar terus perempuan itu..! jika kau menang kau akan aku traktir direstoran mewah. Ayo chagiya..!!! Wah ini seperti main game saja.. seru sekali..!!”
Min Ah yang tidak sengaja lewat dan mengetahui kalau yuri bertengkar, segera menghampiri mereka. Min Ah berlari dengan panik.
“Ya Kyuhyun ah, ada apa ini? kenapa kau tidak memisah mereka??” tanya Min Ah khawatir.
“Oh, Min Ah ssi. Kebetulan kau datang.. apa kau tidak mau ikut mengahjar gadis itu? dia yang berusaha menghancurkan hubunganmu dengan Siwon, namanya Agnes..” Jawab Kyuhyun dengan semangat seolah ingin melihat pertengkaran itu semakin menjadi dengan ikutnya Min Ah. tanpa dikomando, Min Ah langsung menjambak agnes. “Ya..!! dasar Yeoja..!! kurang ajar kau..! perempuan sialan, penggoda lelaki orang..!! dasar kau rubah betina..!! sudah berapa laki – laki yang kau goda, hah..?!” Pertengkaran semakin menjadi. Yuri sudah tidak melanjutkan pertengkaran itu. ia membiarkan Min Ah meluapkan kekesalannya dengan Agnes.
“Ya Chagiya, mukamu berantakan sekali. lihat rambutmu menjadi kusut begini. Aigo.. kau jelek sekali.” kata Kyuhyun sambil merapikan rambut Yuri.
“Gwaenchanayo, chagiya. Min Ah, fighting, fighting, fighting, hajar terus dia..!!” Yuri malah terus mendukung Min Ah, padahal dia sendiri sudah penuh luka cakaran dilengan dan wajahnya. Belum lagi rambutnya yang kusut. Pertengkaran itu berakhir ketika Siwon tiba – tiba datang dan melerai mereka.
“Ya..!! hentikan..! hentikan..!” bentak Siwon.
“Siwon??” kata Keduanya.
“Oppa, lihat ini badanku sakit semua, mereka berdua menghajarku..!” Kata Agnes dengan nada manja kepada Siwon.
“Ya chagiya, gwaenchanayo?” Siwon menanyakan keadaan Min Ah dan tidak mendengarkan kata – kata Agnes.
“Ya,,!! Oppa, aku kan yang terluka. Kenapa kau menanyakan keadaan dia??” Agnes tidak terima.
“Ya..!! apa yang kau lakukan??!! Sudah puas kah kau menghancurkan hubungan kami?! Dasar wanita jalang..!! pergi kau, aku tidak mau melihatmu lagi..!!”
“Oppa,,,,” rengek Agnes.
“Ya..!! pergi kau, pergi dari sini..!!!” Kyuhyun mendorong Agnes untuk menjauh.
Pertengkaran yang tak kalah dasyatnya dengan pertengkaran Jupe dan Depe itu telah selesai dengan kemenangan telak Min Ah dan Yuri. Mereka segera pulang ke apartemen. Yuri dan Min Ah penuh luka cakaran.
“Ya chagiya,apa perlu kita kerumah sakit?” tanya Kyuhyun sambil mengobati luka Yuri.
“Whae? Ini kan Cuma luka cakaran,, dibiarkan juga akan sembuh dengan sendirinya. Memangnya kau mau mengajakku kerumah sakit untuk visum lalu memperkarakan kasus ini? lebay sekali..”
“Chagiya, mianhae..” ucap Siwon kepada Min Ah.
“Gwaenchana, aku sudah tahu ceritanya, Yuri sudah memberitahuku.. aku juga minta maaf ya..” Min Ah memeluk Siwon.
“Aigo manis sekali kalian berdua.. Ya Min Ah ssi, mianhae.. aku yang memulai pertengkaran tadi. Aku muak melihat wajah orang itu..” Yuri meminta maaf karena dirinyalah yang memulai pertengkaran itu. karena ia sendiri juga tidak suka dengan Agnes dan ingin memberinya pelajaran. Kebetulan Min Ah datang, ia segera saja ikut menghajar Agnes. Kyuhyunpun tidak berusaha melerai, karena ia juga ikut kesal. Ia ingin ikut – ikutan menghajar Agnes tapi ia tidak bisa melakukannya karena ia laki – laki. Masak laki – laki mau menghajar seorang wanita??
“Gwaenchana yuri ah, aku sekarang lebih lega setelah menghajarnya..”
“Ya, aku lapar sekali. bagaimana kalau kita makan diluar?” Kyuhyun mulai merasa kelaparan karena sejak siang tadi ia belum makan.
“Ya chagiya, kau sudah gila apa? apa kau mau membiarkan kita berdua dilihat banyak orang dengan mengajak kami makan diluar??”
“Mianhaeyo.. lalu kita makan dimana? Aku tidak tega membiarkanmu memasak dengan keadaan seperti ini Chagiya,,”
“Kau ini..!”buugh..!! Yuri memukul Kyuhyun  dengan bantal karena kesal.
“Ya sudahlah, kita pesan jajamyeon saja bagaimana? Aku yang traktir”, Siwon berinisiatif untuk mentraktir. Kyuhyun senang bukan main mendengar hal itu. ia memesan jajamyeon porsi double. Walaupun bertubuh kurus, Kyuhyun makannya banyak. bisa dibilang ia rakus. Begitu pesanan datang, mereka berempat segera memakannya. Kyuhyun begitu lahap memakannya. Mulutnya sampai penuh dengan makanan.
“Ya, pelan – pelan makannya. Kau rakus sekali..!!” bentak Yuri.
“Mianhae,,” jawab Kyuhyun dengan polosnya.
“Biarkan saja, dia tampaknya kelaparan”, kata Siwon.
“tapi dia tidak menelan yang ada dimulutnya dulu baru memasukkan makanan lagi. dia rakus sekali’, ucap Yuri kesal.
“Sudahlah, kita nikmati saja makanan ini”,
Mereka berempat menghabiskan malam bersama. Bukan untuk melakukan hal yang tidak – tidak, selesai mengobati luka sudah Yuri dan Min Ah dan seusai makan, mereka memutuskan untuk main kartu hingga larut. Seusai bermain kartu, Siwon memutuskan utnuk tidur karena sudah terlalu lelah seharian mengahadapi masalah yang cukup serius itu. sementara Kyuhyun sudah tidak berdaya dengan beberapa botol soju yang ia minum sendiri. sebenarnya Yuri kesal dan tidak suka melihat Kyuhyun terlalu banyak minum, tapi Kyuhyun jarang sekali menuruti perkataan Yuri untuk meninggalkan kebiasaannya minum sesekali saja. Yuri dan Min Ah memutuskan untuk bercerita kesana kemari. Mereka sudah tidak bisa tidur. Insomnia menyerang mereka.
“Yuri ah, semoga persahaban kita ini akan abadi selamanya. Dan juga semoga namja kita itu setia dengan kita dan suatu saat nanti menikahi kita,”
“Ne, Min Ah ssi. Walaupun suatu saat nanti jika aku sudah lulus kuliah dan harus kembali ke Indonesia, kau jangan lupakan aku. Jika aku akan ke Indonesia, beritahu aku”.
“Itu pasti Yuri Ah,” jawab Min Ah sambil tersenyum kepada sabahatnya ini.
“Min Ah, jika aku harus kembali ke Indonesia, bagaimana hubunganku dengan Kyuhyun nanti?”
“Ya Yuri ah,, jika jodoh tak akan lari kemana”. Begitu mendengar kata – kata Min Ah, Yuri langsung memeluk sahabatnya itu.
--The End--

Author      : @cho_yuri1303
Judul       : Sarang
Cast        : Kyuhyun, Yuri, Min Ah, Siwon
Pagi ini Yuri sedang mempersiapkan cake ulang tahun pesanan temannya. Ia dibantu oleh Min Ah sahabatnya yang juga tinggal satu apartemen dengannya. Tangannya cekatan mengoleskan buttercream untuk melapisi cake itu. Membentuk buttercream dengan bentuk mawar disudut kanan atas dan seolah pipingnya menari – nari diatas cake. Yuri paling ahli untuk urusan seperti ini. Walaupun masih semester 3, Yuri sudah berani menerima pesanan kue maupun masakan. lumayan, hasilnya bisa untuk biaya hidup di Seoul. Sudah 5 bulan ini Yuri menekuni pekerjaan ini. Tentunya dibantu oleh sahabatnya Choi Min Ah. Hasil dari penjualan mereka bagi berdua. Choi Min Ah berasal dari Incheon. Sebuah kota utama dan pelabuhan utama di pesisir barat Korea Selatan. Min Ah satu angkatan dan satu universitas dengan Yuri. Bedanya, Min Ah jurusan Kimia. Sedangkan Yuri jurusan Culinary.
“Akhirnya selesai juga.”Ucap Yuri lega.
Cake berhias bunga mawar dari buttercream dan foundan itu sudah jadi. Sekarang waktunya dia mengantar cake itu kepada Taeyeon, teman sekampusnya yang memesan cake ulang tahun itu untuk kekasihnya, Leeteuk.
“Yuri ah, kau kah yang akan mengantarnya sendiri? Taeyeon tidak mengambilnya?” tanya Min Ah.
“Ne, aku sendiri yang akan mengantarnya. Sekalian aku juga ingin belanja. Malam ini aku ingin membuat ramyeon.”
“Ramyeon? Aigoo, kau suka sekali dengan Ramyeon.” Min Ah heran. Hampir satu bulan ini Yuri suka sekali membuat Ramyeon. Memang Ramyeon buatan Yuri enak, tapi kalau hampir setiap hari makan Ramyeon, bisa – bisa mabuk Ramyeon.
***
Taeyeon sedang membungkus kado untuk Leeteuk ketika Yuri datang. Taeyeon menyambutnya gembira. “Yuri ah, terima kasih. Cake ini cantik sekali. Aku sangat suka.” Taeyeon memuji Yuri. “Ah itu sudah tugasku. Memberikan yang terbaik kepada konsumen. Tapi kenapa kau lebih memilih desain cake dengan hiasan mawar? Kenapa tidak desain yang lain? Leeteuk kan laki – laki.” Tanya Yuri penasaran.
Taeyeon tersenyum. Dia paham akan pertanyaan itu. Kenapa ia memesan cake berhias mawar bukannya hiasan yang lain.
“Itu karena Teukie oppa telah memberiku 100 mawar disaat 100 hari kita menjalin kasih. Aku pikir, aku juga ingin memberi mawar untuknya. Tapi bukan bunga mawar. Dia kan laki – laki, jadi lebih baik aku beri dia mawar dalam bentuk cake ini. Astaga indah sekali.”
Yuri mengerti. Ya, 100 hari pacaran saja Teuki oppa sudah memberi Taeyeon 100 bunga mawar. Kenapa tidak membaca doa saja, seperti orang meninggal saja ada peringatan 100 hari mereka jadian. Tapi memang Taeyeon dan Teukie pasangan yang serasi. Mereka sama – sama dewasa.
Taeyeon mengajak Yuri untuk hadir di acara ulang tahun Leeteuk. Awalnya Yuri enggan, tapi karena tidak enak juga menolak ajakan teman, jadi dia putuskan untuk ikut. Sebenarnya dia juga ingin mengajak Min Ah, tapi hari ini dia kuliah sampai sore.
“Taeyeon, acaranya dimana?” tanya Yuri penasaran.
“Ini kejutan untuk Teukie. Tidak ada acara khusus. Tempatnya di apartemennya.Dia tidak tahu.” Ujar Taeyeon dengan sumringah.
Mobil Taeyeon melesat menuju Apartemen mewah. Yuri terkagum – kagum. Dia memang tinggal di apartemen, tapi tidak semewah ini. Mereka berdua menuju lantai 11 dimana Teuki tinggal. Taeyeon beberapa kali mengontak teman – teman Teukie yang memang juga tinggal disitu. Tampaknya acaranya akan lancar.
“Ini dia. Ini tempatnya.”
Taeyeon memencet bell. Kemudian seorang laki – laki tinggi berkulit putih membukakan pintu.
“Annyeong.” Ucap Taeyeon.
“Annyeon...!Masuklah. Dia sedang dikamar.”Ucap pria itu.
Taeyeon mengajak Yuri masuk. Yuri tampak canggung karena didalamnya ada 9 laki – laki yang ia belum tahu sebelumnnya kecuali Teukie yang sekarang berada dikamar.
“Taeyeon, kenapa banyak sekali yang tinggal disini?” Tanya Yuri setengah berbisik kepada Taeyeon.
“itu karena Apartemen ini adalah tempat tinggal mereka. ada 10 orang yang tinggal disini. Awalnya 13. Mereka menempati lantai 11 dan 12. Tapi yang satu kembali ke China, yang satu sibuk mengejar karier di dunia akting, dan satunya lagi sedang wamil.”
Arasso. Yuri mengerti. Jadi mereka ramai – ramai menyewa apartemen ini. banyak sekali. Tapi sepertinya mereka kompak. Tak ada hawa permusuhan diruangan ini. Semua terasa damai.
Taeyeon menuju kamar Teukie secara diam – diam diikuti Yuri dibelakangnya dan tentunya 9 pria yang belum Yuri kenal.
Tok tok tok
Taeyeon mengetuk pintu tanpa mengatakan apapun. “Ya sebentar”. Terdengar suara didalam. Itu suara Teukie oppa. Teukie oppa membuka pintu dan...
“Saengil Chukahamnida..!!!” sontak semua mengucapkan kata tersebut. Teukie tampak kaget sekaligus senang. “Saengil Chukahamnida Uri oppa”. Ucap taeyeon sambil memeluk kekasihnya itu. Teukie oppa tersenyum sehingga lesung pipinya semakin terlihat.“Gomawo Sayang, neomu neomu gomawo.”
Semua teman – teman Teukie memberi selamat satu persatu. Kemudian yang terakhir baru Yuri. Mereka merayakan ulang tahun Teukie secara sederhana. Memotong kue ulang tahun, makan dan bercanda ria hingga sore hari.
“Kyuhyun ah, kau seharusnya belajar masak dengan Yuri.” Teukie tiba – tiba melontarkan kata – kata demikian yang membuat Yuri bingung.
“Memangnya kenapa?” Tanya Yuri bingung.
Teukie mendecak. “Dia ini tidak bisa masak tapi makannya rakus sekali.”Ucap Teukie sambil menunjuk Kyuhyun yang duduk depannya. Kyuhyun agak kesal mendengar kata itu. Diapun membela diri.”Hyung, bukankah wajar jika seorang laki – laki tidak bisa masak?” Hyung? Oh jadi anak yang bernama Kyuhyun itu usianya dibawah Teukie oppa? Batin Yuri.
“Sudahlah magnae, akui sajalah kalau kau tidak bisa masak. Buktinya walaupun laki – laki Ryeowook juga bisa masak kan?” seloroh Donghae yang duduk disebelahnya. Lagi – lagi Yuri baru tahu kalau Kyuhyun adalah magnae diantara mereka. Kyuhyun semakin sebal. Kyuhyun memasang muka sebal disepanjang sisa acara itu.
****
Pesta sederhana itu berakhir. Yuri bersiap untuk pulang. Taeyeon masih tinggal dii apartemen Teukie karena mereka akan keluar sebentar lagi. 9 pria yang ada di apartemen itupun sebagian masih ada yang didalam dan yang lainnya entah kemana. Yuri juga sudah mulai tahu nama – nama mereka dari percakapan pesta tadi. Yuri berpamitan kepada Teukie dan Taeyeon. “Baiklah, aku pulang dulu.” Kata Yuri.
“Ah tunggu..!” Teukie menahan Yuri yang sudah akan melangkah keluar.
“Kyu, antarkan Yuri pulang.”Perintah Teukie kepada Kyuhyun yang pada waktu itu sudah bergulat dengan game.
“Aigo Hyung, aku sedang main game. Yang lain sajalah.”Ucap Kyuhyun tanpa mempedulikan Teukie dan terus bermain game.
“Kyu, aku bilang antarkan Yuri..!!” Kali ini ucapan Teukie agak tegas.
“Sudahlah oppa, aku bisa pulang sendiri. Lagipula aku juga akan kesuatu tempat.” Yuri merasa tidak enak.
“Sudahlah Yuri, biar Kyuhyun yang mengantarmu. Lagipula dia juga tidak sibuk. Hanya main game saja akan membuatnya seperti anak autis yang tidak peduli sekitarnya dan mempedulikan dunianya sendiri.”
Teukie berbicara panjang lebar dan akhirnya Kyuhyun menyerah. Dia meletakkan stick gamenya begitu saja dilantai yang kemudian disamber oleh Heechul yang dari tadi hanya menonton permainan game Kyuhyun.
“Arasso, baiklah. Aku akan antarkan dia.”
“Ah, syukurlah kau mau.” Teukie lega akhirnya Kyuhyun mau mengantar Yuri pulang.
***
Sepanjang perjalanan Kyuhyun dan Yuri tak bicara. Mereka sama – sama diam. Yuri ingin membuka pembicaraan tetapi sepertinya mood Kyuhyun masih sebal. Jadi dia diam saja. Ah! Yuri teringat. Dia akan belanja kesebuah supermarket sebelum sampai rumah. Bagaimana ini? Batinnya. Yuri ragu untuk mengatakan kepada Kyuhyun kalau dia ingin berhenti disebuah supermarket dan Kyuhyun tak perlu mengantarnya sampai apartemen.
“Kyuhyun ssi, aku ingin ke supermarket. Didepan ada sebuah supermarket, kau turunkan aku disana saja. Tak perlu mengantarkan aku pulang ke apartemen.” Kyuhyun hanya diam. Sepertinya dia tidak menghiraukan ucapan Yuri. Tiba – tiba Kyuhyun menambah kecepatan mobilnya dan berhenti secara mendadak disebuah supermarket. Mengagetkan Yuri. Dia segera membuka pintu mobil. “Gomawo Kyuhyun ssi, telah mengantarku. “ Yuri segera masuk ke supermarket.
Yuri mengambil keranjang belanja dan mulai berburu bahan – bahan makanan yang ia perlukan. Dia segera menuju tempat jenis – jenis mie. Dia mengambil mie yang biasa digunakan untuk membuat ramyeon. Setelah mendapatkannya, dia membeli bahan – bahan makanan lainnya untuk persediaan. Setelah dirasa cukup, ia segera membayar ke kasir dan segera pulang.
Mobil Kyuhyun melesat dan berhenti dihadapannya ketika Yuri baru saja keluar dari supermarket. Iya sangat kaget. Pintu mobil terbuka. “Naiklah, akan aku antar kau sampai apartemenmu.”Kata Kyuhyun dengan wajah sebalnya.
“Kukira kau sudah pulang dari tadi. “ Yuri masih kaget. Dikira Kyuhyun sudah pergi setelah ia turun dari mobilnya tadi.
“Cepat naiklah dan aku akan mengantarmu. jangan berdiri saja disana!”
Yuri tidak punya pilihan. Ia masuk ke mobil. Mobil mereka segera melesat menuju apartemen Yuri.  Sepanjang perjalanan lagi – lagi Kyuhyun diam dengan sifat acuhnya. Perjalanan kembali kaku. tak ada pembicaraan sama sekali.Yuri juga memilih diam saja daripada mengajak Kyuhyun berbicara yang nantinya malah tidak direspon Kyuhyun.
“Kau belanja apa?” tiba – tiba Kyuhyun bertanya tanpa memandang Yuri.
“Mwo?” Yuri terkejut.
“Kau ini, cantik – cantik tuli. Aku bertanya kau belanja apa?” Kyuhyun mengulang ucapannya.
“eh tidak, aku hanya belanja bahan makanan untuk membuat Ramyeon.” Jawab Yuri.
“Ramyeon??” Kyuhyun membeo.
Yuri mengangguk. “kenapa? Kau suka ramyeon?” tanya Yuri
Lagi – lagi Kyuhyun tidak menjawab. Dia terus memperhatikan jalan sementara Yuri tersenyum. Laki – laki disampingnya ini jaim sekali. Berlagak sok cuek. Yuri memperhatikan wajah Kyuhyun dari samping. Bibirnya. Bibir laki – laki ini walaupun sedang tidak tersenyum tapi kelihatan tersenyum. Kulitnya juga putih bersih tapi ada sedikit bekas jerawat yang tumbuh dipipinya.matanya sipit. Ya, seperti kebanyakan orang Korea. Dia juga tinggi. ah kau tampan sekali tapi sifatmu keterlaluan. Batin Yuri.
“Kenapa kau terus memperhatikanku seperti itu? Kau menyukaiku?” Tanya Kyuhyun tiba – tiba.
“Apa?” sontak Yuri kaget. Sepertinya mukanya kali ini memerah. Memang benar daritadi dia memperhatikan Kyuhyun. Menyukainya? Mungkin.
“Ah tidak, aku hanya..” belum selesai berbicara Kyuhyun langsung memotongnya. “Akui sajalah. Aku ini memang pria penuh pesona.”Ucapnya dengan percaya diri.
Yuri mendecak. “Dasar Kau!” Yuri kesal. Tapi Kyuhyun malah tersenyum.
Mobil mereka berhenti didepan sebuah apartemen. Yuri membuka pintu mobil dan keluar. “Kau tidak ingin makan ramen bersama kami?”
“Kami?” tanya Kyuhyun penasaran? “Dengan keluargamu?” Tanya kyuhyun lagi.
“Astaga tidak. Dengan temanku seapartemen.” Jawab Yuri.
“Laki – laki?” Tanya Kyuhyun.
“Perempuan. Ayolah kau sudah mengantarku belanja hingga sampai apartemen, anggap saja tawaran ini untuk membayar rasa terima kasihku padamu.” Yuri tersenyum.
“Ah tidak perlu berterima kasih seperti itu.” Kyuhyun terlihat malu.
“Ayolah.” Ajak Yuri.
Akhirnya Kyuhyun mengiyakan ajakan Yuri. Mereka berdua masuk kedalam apartemen. Yuri memencet lantai 5 dan liftpun melesat cepat menuju lantai 5. Setelah sampai dilantai 5 terdengar  bunyi dentingan lembut dan pintu Lift terbuka. mereka segera menuju pintu 133. Yuri memencet bell dan pintu segera terbuka. rupanya Min Ah sudah pulang.
Yuri mempersilahkan Kyuhyun masuk dan mempersilahkannya duduk di ruang tamu yang tidak ada sekat dengan ruang dapur itu. Kyuhyun memandang sekeliling ruangan itu. Ruang tamu dan dapur tak ada sekat. Didekat dapur ada meja makan kecil dengan empat kursi. Apartemen yang minimalis sekali. Pandangannya tertuju pada beberapa foto yang ditempel didinding yang ditempel pada sebuah foam yang dilapisi kertas berwarna biru safir. Kyuhyun beranjak dari tempat duduknya dan melihat foto – foto itu. Foto – foto Yuri sewaktu di Indonesia dan di Korea. “Ini fotomu?” Tanya Kyuhyun kepada Yuri yang sudah mulai memasak didapur. “Oh itu, iya itu foto kami. “ Sahutnya.
“Chingu, kau mengenalnya dari mana? Siapa namanya?” Min Ah penasaran dengan pria yang baru saja diajak Yuri keapartemen mereka. tak biasanya Yuri mengajak pria kecuali temannya yang Min Ah tentu sudah kenal. Tetapi kali ini Min Ah tidak kenal dan belum pernah melihatnya sebelumnya.
“Dia teman Teukie oppa.” Yuri menjelaskan panjang lebar saat perkenalannya dengan Kyuhyun tadi di acara ulang tahun Leeteuk dengan bahasa Indonesia yang tentu Min Ah mengerti karena Yuri selalu mengajarinya bahasa Indonesia dan akhirnya mereka sering berbicara bahasa Indonesia.
Kyuhyun masih menatap foto – foto tadi. Disitu ada foto sewaktu Yuri masih SMA. Memakai seragam putih abu – abu dan berpose bersama teman – temannya, foto bersama keluarganya, foto – foto bersam Min Ah dan teman – teman barunya di Korea dan foto – foto saat Yuri sibuk praktek di dapur kampusnya.
“Yuri ssi, kau sepertinya bukan orang Korea.” Kyuhyun melihat foto Yuri semasa SMAnya.
“Memang.” Sahut Yuri dari dapur.
“Lalu kau darimana?” tanya Kyuhyun lagi.
“Nantilah aku jelaskan. Sekarang saatnya makan. jja, ini dia ramyeon sudah matang.  Kemarilah jangan pandangi foto – fotoku seperti itu.”
Ramyeon sudah matang. Kimchi juga tersaji di meja itu. Tak lupa lauk pauk tambahan lainnya. Mereka bertiga duduk dan Yuri mengambilkan semangkuk ramyeon untuk Kyuhyun yang duduk didepannya. “Kyu, ini untukmu. Makanlah.”
Kyuhyun makan ramyeon dengan lahap. Sampai – sampai pipinya terlihat menggelembung. Dia terus memasukkan ramyeon tanpa menunggu ramyeon yang dimulutnya terkunyah habis. “Kyu, kunyahlah dahulu yang didalam mulutmu hingga habis baru kau memasukkan ramyeon lagi. Mulutmu terlalu penuh dengan makanan.” Kata Yuri yang dari tadi memperhatikan Kyuhyun makan.
“hmm. Mianhe.” Kyuhyun berhenti memasukkan makanan kedalam mulutnya dan mengunyah makanan yang ada didalam mulutnya. “ramyeon buatanmu sungguh enak.” Puji Kyuhyun.
Makan malam usai. Kyuhyun sudah pulang dengan kata terakhir ‘Terima kasih atas makan malamnya. Ramnyeon buatanmu sungguh enak.’
Yuri merebahkan tubuhnya diatas kasur. Otaknya seolah memutar kejadian di apartemen ulang tahun Leeteuk saat pertama melihat kyuhyun yang waktu itu membukakan pintu. Mempersilahkan mereka masuk. yuri sudah memperhatikan Kyuhyun sejak saat itu. Tapi yang berbasa - basi dengannya hanya Donghae dan Eunhyuk yang memang sangat easy going. Kalau bukan karena Leeteuk, dia bahkan tidak akan kenal dengan Kyuhyun. Bahkan bisa memasakkan ramyeon untuknya malam ini sungguh diluar dugaan. Sepertinya sekarang dihati Yuri sedang tumbuh taman bunga yang sangat luas sekali.
***
Matahari sudah bertengger diatas langit. Jam sudah menunjukkan pukul 7 pagi. Yuri dan Min Ah sudah siap untuk berangkat kuliah. Pagi ini mereka masuk pukul 8 pagi. Mereka berdua biasa jalan kaki jika berangkat kuliah karena jarak kampus dan apartemen sangat dekat. Mereka berpisah didepan gerbang universitas. Min Ah menuju ke gedung fakultas Sains yang berada digedung barat sementara Yuri berjalan lurus melewati gedung rektorat dan menuju gedung Culinary. Mata kuliah bakery telah menunggunya. Dia segera menuju ruang bakery dan tentunya mengganti pakaiannya dengan baju praktek ala baker yang ada disalah satu serial di TV yang sangat Yuri sukai.
Sementara Min Ah pagi ini mendapatkan mata kuliah Fisika yang kabarnya asisten dosennya galak sekali. Min Ah sudah mempersiapkan diri matang – matang jika memang rumor yang beredar itu benar. Yaitu Asisten Dosen mata kuliah Fisika memang galak. Min Ah yang dari tadi berada didalam kelas dikagetkan dengan teman – temannya yang awalnya ada diluar berbondong – bondong masuk ke dalam. ‘Ah pasti asisten dosen sudah datang’ kata Min Ah dalam hati. Dan benar. Seorang laki – laki tinggi, putih, mempunyai garis wajah yang tegas masuk kedalam kelas dengan membawa beberapa buku ditangan kirinya. Sementara tangan kanannya membawatas yang sepertinya berisi laptop.
“Annyeong Haseyo”. Ucap pria itu tegas.
“Annyeong haseyo.”Balas semua mahasiswa.
Untuk beberapa saat kelas hening. Semua diam. Tak ada yang berani membuat suara kecuali deruan napas dan detak jantung dari setiap mahasiswa. Sunny yang biasanya sibuk dengan kacanya juga diam, tak terkecuali dengan Min Ho yang sibuk menata rambutnya setiap hari juga ikut diam.
“Siapa ketua kelas disini?” Suara laki – laki itu mengagetkan semua mahasiswa yang secara tiba – tiba bertanya.
“Saya, songsaenim.” Jawab Onew sambil mengangkat tangan kanannya dengan ragu – ragu.
“Oh kau!” Onew sangar gugup. Biasanya dia tak pernah seperti ini walaupun dipanggil oleh dosen yang baru mengajar kelasnya.
“Astaga, rambutnya seperti sendok nasi. Mencuat keatas. Berapa jam dia membentuk agar seperti itu?” bisik Min Ah kepada Sunny yang duduk disebelahnya.
“Dia menggunakan sedikit hairspray agar rambutnya tetap terlihat rapi. Anginpun tak akan bisa merusak pertahanan rambutnya.”Balas Sunny dengan berbisik.
“Pertahanan? Kau pikir seperti pertahanan tentara didaerah perbatasan?”
“Hei kau!” Laki – laki itu menunjuk Min Ah. “apa yang kau bicarakan? Perbatasan apa?”
Min Ah ketakutan. “Ah tidak songsaenim, aku hanya berkata perbatasan korea selatan dan korea utara harus dijaga ketat.i..iya benar.”Perkataan Min Ah sontak membuat seisi ruangan tertawa termasuk laki – laki itu. ah tidak kali ini Min Ah bisa melihat laki – laki itu mempunyai lesung pipit. Tampan sekali. Benar – benar tampan.
“Sepertinya kau sangat peduli dengan negara kita?”
Wajah Min Ah merah padam. Dia malu sekali. Sunny yang duduk disebelahnyapun masih terkikik mendengar perkataan Min Ah tadi.
“Duduklah.. aishh.. mahasiswa sekarang.”Ucap laki – laki itu yang sekarang kesan galaknya terkurangi.
“Jwesonghamnida songsaenim, tadi songsaenim belum memberitahu nama songsaenim.” Onew memberanikan diri untuk bertanya.
“Oh maaf, saya lupa. Perkenalkan nama saya Choi Siwon. Saya asisten dosen mata kuliah Fisika. Karena jadwal mata kuliah Kang Ho Dong songsaenim masih berbenturan dengan kelas lain, jadi saya diutus untuk mengajar kelas ini.”

***
Yuri selesai praktek pukul 3 sore. Malam ini sepertinya ia dan Min Ah akan mabuk roti. Betapa tidak, kali ini memang Yuri praktek roti banyak. Walaupun sudah dibagi dengan teman – teman sekelasnya tetap saja rotinya masih sisa banyak. Ada roti tawar, roti dengan aneka isi dan jenis roti lainnya. Dia keluar dari gedung fakultas culinary dengan membawa satu box makanan yang berukuran cukup besar yang berisi roti dan tangan kirinya memegang buku – buku kuliah. “Aissshh..!! berat sekali.”
Clakson sebuah mobil mengagetkan Yuri ketika dirinya hendak menyeberangi jalan menuju gerbang kampus. Yuri tersentak kaget. Dia berhenti dipinggir. Sebuah mobil berhenti tepat didepannya. Pengemudi mobil itu membuka kaca mobilnya. “Annyeong.”Sapa Kyuhyun dari dalam sambil membuka kacamata hitamnya. “Oh, Kyuhyun ah..! Annyeong..” Balas Yuri.
“Kau mau pulang?” Tanya Kyuhyun
“Iya.” Jawab Yuri singkat.                                                                          
“Biar aku antar.” Kyuhyun menawarkan.
“Ah tidak usah, aku akan jalan saja. Lagipula apartemenku kan sangat dekat dari sini.”
“Sudahlah, naiklah. Kumohon.”
Yuri tidaK enak dengan Kyuhyun. Akhirnya ia ikut dengan mobil kyuhyun. Ia duduk dibelakang. Karena disebelah Kyuhyun ada seorang laki – laki. Mungkin teman Kyuhyun.
“Kau membawa apa itu?” Tanya Kyuhyun  yang tadi melihat Yuri membawa box makanan.
“Oh itu tadi hasil praktekku di kampus.”
“Waw.. apakah aku boleh mencicipi?”
“oh tentu saja. Nanti mampirlah ke apartemenku sebentar.” Kebetulan sekali. Tuhan mengirimkan dua anak adam ini disaat yang tepat. Disaat dia punya banyak makanan dan tentunya makanan itu tidak akan mubazir nantinya. Biasanya laki – laki akan rakus jika sudah dihidangkan makanan.contohnya Kyuhyun tadi malam. apalagi roti ini cukup enak. Apalagi yang bertabur roti dan berisi coklat. Yuri membayangkan dua makhluk ini makan rotinya dengan lahap dan tak tersisa sedikitpun. Hingga dia tertawa sendiri.
“Hey sudah sampai.” Perkataan Kyuhyun membuyarkan bayangan yang sudah tercipta dibenak Yuri. Ah! Ternyata sudah sampai.Mereka segera menuju ke tempat tinggal Yuri. Ternyata Min Ah sudah ada disana dan dia terkejut oleh kehadiran seseorang yang bersama Yuri dan Kyuhyun.
“Astaga..!” Min Ah terkejut saat melihat kehadiran lelaki yang iktu bersama Yuri dan Kyuhyun.
“Mwo?” Yuri tidak mengerti mengapa Min Ah terkejut seperti itu.
“Kau ini kenapa Min Ah? Ada yang aneh? Ada setan? Ada penampakan?” Tanya Yuri.
“Ani, aniyo..! masuklah.” Min Ah kaget dengan kehadiran Siwon yang ikut dengan mereka. siwonpun yang awalnya juga terkejut kini bisa menjaga sikapnya dengan tetap tenang dan berwibawa.
Didapur Yuri dan Min Ah membuatkan minuman untuk dua tamu istimewa mereka pada malam ini.
“Jadi, nama lelaki itu Siwon? Aku pernah melihatnya saat ulang tahun Teukie oppa. Tapi aku tidak mengenalnya karena dia tidak begitu banyak berbicara. Sama dengan Kyuhyun. Tapi, kyuhyun tidak banyak bicara bukan berarti seperti Siwon yang tenang. Dia malah cuek dengan sekitarnya dan terus bermain game. “ keluh Yuri.
“Dia itu asisten dosen fisika. Kata sunbaenim, Siwon terkenal galak. Awalnya sih terlihat memang begitu. Tapi setelah tadi mengajar kelasku, tidak ada yang perlu ditakutkan. Siwon oppa, sangat baik dan ramah.” Min Ah mulai tertarik dengan pria bertubuh tinggi dan berwibawa itu.
Diruang tamu tampaknya Kyuhyun dan Siwon sedang berbincang – bincang santai. Sesekali pembicaraan mereka dihiasi canda dan tawa. Asal tidak dihiasi dengan aneka garnish saja. Yuri dan Min Ah membawa minuman dan roti ke ruang tamu.
“makanan datang...!”
Mereka berempat larut dalam keakraban pada malam itu. Siwon dan Min Ah pun juga terlihat lebih akrab. Min Ah bercerita mengenai rumor Siwon si asisten dosen galak. Mendengar hal itu siwon tertawa. Bukan maksud hatinya untuk bersikap galak terhadap mahasiswa yang ia ajar. Tapi demi menjaga agar sikap para mahasiswi yang kadang keterlaluan, akhirnya Siwon terpaksa memasang muka galak. Tapi hal itu tidak berlaku lagi saat ini. Semester ini Siwon mengubah image dirinya. Dia tak akan memasang muka galak karena teguran dosennya. Banyak mahasiswa Kang Ho Dong Sonsaengnim yang nilainya turun dan banyak yang membolos karena Siwon. Beruntunglah bagi angkatan Choi Min Ah. Siwon sudah berubah.
***
Pagi yang cerah. Kyuhyun bersiap masuk kuliah. hari ini sepulang kuliah dia ingin mengajak Yuri keluar. Tapi Kyuhyun belum memberitahu Yuri sebelumnya.
“He magnae, kau bisa menemaniku untuk siaran radio malam ini?” Eunhyuk meminta Kyuhyun menemaninya siaran radio LUKIRA Fm. Karena Leeteuk malam ini ada urusan.
“Aigo Hyung i, mianhae.. aku juga sibuk. Kau dengan hyung yang lain saja ya...!! Annyeong..!!” Kyuhyun berlalu sambil melambaikan tangannya. Eunhyuk semakin kesal karena tak ada yang mau menemaninya siaran radio.
“Aissshhh...!!! aku siaran dengan Olga saja.”
HP Yuri bergetar ketika dia sedang mengikuti kuliah. dia melirik HP yang terletak di tasnya. Kyuhyun. Astaga Kyuhyun sms. Yuri membuka dan membaca sms dari Kyuhyun.

Annyeong Yuri ssi..
Bisakah kita keluar nanti malam?
Gomawo... ^^
Hmmm... Yuri mengajakku keluar? Ada apa dengannya?Kenapa  tiba – tiba dia mengajakku keluar?Ada – ada saja si Magnae itu.
Yuri kembali memasukkan HPnya ke dalam tas dan dia kembali mengikuti perkuliahan. Dia tidak menghiraukan sms dari Kyuhyun. Kyuhyun, pria yang baru dia kenal saat menghadiri ulang tahun Leeteuk oppa. Yang selalu memasang muka cuek, tidak mau tau dan masa bodoh. Sekarang berubah menjadi Kyuhyun yang ramah dan baik hati juga tidak sombong. Ah! Ada – ada saja.
Sementara itu Kyuhyun gelisah menunggu balasan sms dari Yuri. Dia terus melihat Handphone miliknya. “Aigo kenapa dia tidak membalas smsku? Kenama dia?”
“Kyuhyun Ah..!” Dari kejauhan tampak Leeteuk melambaikan tangannya kepada Kyuhyun.
“Oh Hyung ah..!” Balas Kyuhyun.
Leeteuk berjalan mendekati Kyuhyun. “Sedang apa kau?” Tanya Leeteuk.
“Ah aniyo.. aku sedang santai saja.” Jawab Kyuhyun santai.
“Gerae.. oh ya, apa kau sering bertemu dengan Yuri?” Tanya Leeteuk sambil memberikan sekaleng minuman bersoda kepada Kyuhyun.
“Mworago?” Wajah Kyuhyun memerah. Ada sedikit semburat malu diwajahnya.
“Begitulah, , Hyung ah! Malam ini aku ingin mengajaknya keluar.”Bisik Kyuhyun.
“Mwo?? Jadi kau dan dia sudah...”
“Aniyo, kami masih berteman Hyung.” Kali ini wajah Kyuhyun semakin memerah seperti kepiting rebus. Leeteuk sudah bisa menebaknya. “Gwaenchana, Yuri gadis yang baik. Dia juga pintar masak. Jadi cocok denganmu. Kau kan tak bisa masak.” Kata Leeteuk sambil meneguk minumannya.
Ddddrrrrtttt....!
Handphone Kyuhyun bergetar. Dia segera membuka Handphonenya.
1 Message from Yuri
Kau mau mengajakku kemana??
Akhirnya dia membalas. Batin Kyuhyun. Kyuhyun membalas sms Yuri.
To : Yuri
Aku akan menjemputmu nanti di apartemen jam 7 malam.
“Hyung, malam ini sepertinya aku pulang malam.”
“Ada acara apa kau malam ini? Bukannya malam ini kau harus menggantikanku siaran di LUKIRA FM?”
“aku sudah bilang sama Eunhyuk Hyungi kalau aku tidak bisa menemaninya.” Protes Kyuhyun.
Ddddrrrrtttt..!!!
1 message from Yuri.
Ya..!! aku ada kuliah sampai jam 6. Kau jemput aku di kampus saja..!!!”
“Yess..!!! Hyung, aku pergi dulu..!! annyeong..!!!”
***
Sekarang sudah pukul 6.30 PM. Yuri menunggu Kyuhyun menjemputnya. Malam ini dingin sekali. Yuri lupa membawa jaket. Dia hanya mengenakan hem lengan pendek dan celana jeans. Kyuhyun belum datang menjemputnya. Dia sudah menelepon Min Ah jika dia pulang malam. Yuri menggosok – gosok kedua telapak tangannya dan mendekap kedua pipinya agar hangat. Perutnya mulai keroncongan. Dari tadi siang dia belum makan. apalagi udara semakin dingin saja. Dia membuka tasnya, mencari – cari barangkali ada makanan di tasnya. Tapi nihil. Tak ada makanan sama sekali.
Thin..thin..!!
Sebuah mobil menepi didekatnya berdiri. Pemilik mobil membuka kaca mobilnya. “Annyeong noona, menunggu lama?” Kyuhyun membuka pintu mobil dan menghampiri Yuri yang dari tadi memasang muka cemberut.
“Kenapa lama sekali?” Yuri marah.
“Mianhae.. tadi mobilku masih dipinjam Donghae Hyungi. Mianhae , cheongmal mianhae..”
“Aisshhh..!! kau ini..! beraninya membiarkan wanita menunggu lama..!!”
“Aigo Yuri ssi, mianhae.. baiklah, kita berangkat saja sekarang. Bagaimana?”
Haaaaaaajjimmmm...!!! tapi sebelum Yuri menjawab dia terlanjur bersin. Hidungnya memerah.
“omo...!! kau flu? Paket jaketku. Aigo kita ke mobil sekarang.” Mereka berjalan menuju ke mobil.
“Kyuhyun ah..! kau mau mengajakku kemana?” tanya Yuri penasaran.
“Ke sebuah tempat.” jawab si Evil santai dengan memasang senyum khasnya.
Mobil Kyuhyun melaju kearah rumah Kyuhyun. Sepanjang perjalanan tidak banyak pembicaraan yang mereka lakukan. Kyuhyun konsentrasi menyetir, dan Yuri menikmati perjalanan malam hari kota Seoul. dia mengamati tempat – tempat diluar sana dari kaca mobil. Pemandangan seperti ini tidak akan didapat di Indonesia.
“Apa yang kau lakukan?” Pertanyaan Kyuhyun mengagetkan Yuri. Kyuhyun tampaknya memperhatikan Yuri dari tadi.
“Aniyo, aku hanya melihat – lihat pemandangan diluar sana. Bagus sekali.” Yuri tampak mengagumi pemandangan Seoul dimalam hari. Lampu – lampu menghiasi kota Seoul dengan indah. Tiba – tiba Kyuhyun menepikan mobilnya ke tepi jalan. “Kenapa kita berhenti disini?” Tanya Yuri penasaran. Kyuhyun keluar dari mobil dan membukakan pintu mobil untuk Yuri. Yuri keluar dari mobil. “Hwaaaaaa..” Yuri begitu mengagumi kota Seoul dimalam hari. Lampu – lampu begitu indah menghiasi jalanan dan gedung – gedung kota pencakar langit kota seoul. membuat suasana malam hari menjadi hidup. Kyuhyun menggandeng tangan Yuri dan mengajaknya menelusuri jalan di pinggir sungai Han. Disana ternyata banyak orang yang juga menikmati malam hari kota Seoul. banyak pemuda pemudi yang memadu kasih, olahraga bersepeda, atau sekedar berkumpul dengan teman – teman. Kyuhyun mengajak Yuri duduk ditepi sungai Han sambil menikmati pertunjukkan air mancur dan lampu yang indah.
“Yuri, kau suka?” tanya Kyuhyun yang juga sangat menikmati malam kota seoul kali ini.
“Ne, aku suka sekali.. aku belum pernah meilhat ini sebelumnnya.” Yuri tampak sangat meniimati dan beberapa kali mengagumi pertunjukkan air mancur beserta lighting yang bagus itu. “Tunggu sebentar, aku akan kembali sebentar lagi.” Kyuhyun pergi meninggalkan Yuri. Yuri sendiri tampak bingung. Ada apa dengan Kyuhyun? Tiba – tiba meninggalkannya. Tak lama kemudian datang seseorang yang memakai baju hitam, memakai kepala badut tapi badannya membelakangi Yuri dengan tanda hati berwarna merah dipunggungnya dan merentangkan tangannya keatas. Yuri penasaran. “Badut? Kayak diancol aja. Perasaan tadi gag ada badut sama sekali?” Yuri semakin penasaran.Lalu orang itu melepas kepala badutnya dan membalikkan badan serta tersenyum kepada Yuri. Yuri tersenyum. Kyuhyun menghampiri Yuri. Memegang tangan Yuri dan berkata, “Yuri ssi, Saranghaeyo.. Maukah kau menjadi kekasihku, Yuri ssi?” Yuri terkejut. Tulang – tulangnya serasa luluh semua. Dadanya berdegup kencang. Seluruh isi otaknya sedang kacau.
Rrrttttraaakk,, duuurrrr..!! tiba – tiba kembang api menghiasi langit malam kota seoul. Yuri dan Kyuhyun memandang langit yang berhias kembang api dengan berbagai macam warna.
“Yuri ah, bagaimana? Apakah kau mau menjadi kekasihku?”
Yuri memandang wajah Kyuhyun. Begitu juga dengan Kyuhyun. Beberapa detik mereka saling pandang. Kemudian Yuri terseyum dan mengaggukkan kepalanya, “Ne, oppa..”“Jinca?? Saranghaeyo Yuri. Naega neomu saranghae”. Kyuhyun langsung memeluk Yuri. “Nado, nado saranghae oppa.” Tanpa sadar orang – orang disekitar mereka memperhatikan dan tepuk tangan orang – orang disekitar mereka membuat pasangan baru ini malu. Terutama Yuri yang wajahnya semakin merah seperti kepiting rebus.
“Ya Yuri ah, Kyuhyun Ah, Chukae...”
“Min Ah? Siwon oppa? “Yuri dan Kyuhyun terkejut melihat kedatangan mereka berdua.
“Chukae, tadi itu sangat romantis sekali.” Kata Siwon.
“Kalian berdua? Apakah kalian sudah..?”
“Ne, kami juga baru jadian.” Ucap Siwon sambil memeluk Min Ah.
Mereka berempat menikmati malam hari kota Seoul yang begitu indah disamping sungai han. Dan malam ini adalah malam yang tidak akan pernah mereka lupakan. Malam hari ditepi sungai Han dan pertunjukkan air mancur & Lighting yang menakjubkan.
~~~The End~~~
                                                                                                            June, 2011                                          

Komentar dari Tria Sang Penakluk Mimpi: Lanjutkan semangat menulismu, sebagai pembaca merasa membaca tulisan Kim Nana mengikuti bahasa yng di kemas sederhana tidak membosankan. Bahasa renyah. Perlu cerita yang tidak mudah ditebak dengan banyak2lah baca, nonton fim mungkin sebagai referensi.
Kalau melihat ceritaq di atas tiba-tiba mereka jadian, perlu ruang lebih untuk penggambaran suasana yang mereka rasakan.
Tetap semangat menulis!!!!
Go Kom Nana, kita menyemangati dalam karya!!!^-^